Aku ingin mendekapmu. . . . . . .
Karena aku ingin memberi kekuatan yang tak sanggup kuucapkan dengan kata-kata
Apa pun ku ingin mendekapmu
karena telah kusaksikan banyak air mata mengalir dari pelupuk indahmu
Yang kulihat dengan hati bergetar
Aku ingin mendekapmu. . . . . .
Karena aku ingin berjalan bersamamu
Dalam menempuh liku hidup dengan tangan bergandengan
Ku ingin mendekapmu karena aku ingin kamu menangis didadaku
Kala hati dan pikiran jadi sesak tak menemukan jalan-jalan terang
Aku ingin mendekapmu. . . . . .
Karena aku tak punya bahasa lain untuk bicara tulus bahwa aku sungguh sayang padamu
Aku ingin mendekapmu karena tak mampu kulukiskan
Betapa ingin aku berbagi hidup dan kau jadi belahan diriku
Aku ingin mendekapmu. . . . . .
Karena aku ingin membisikkan kata-kata lembut"Aku selalu ada untuk mu"
Kau tidak akan pernah sendiri dan sunyi
Dan tak akan kubiarkan hatimu gentar
Aku ingin mendekapmu karena aku ingin mengusap rambutmu
Dan kuhirup wangi hati yang memberiku kelegaan
Aku ingin mendekapmu. . . . . .
Karena aku ingin mengecup keningmu
Agar kau tidur dengan damai dan wajah senyum
Aku ingin mendekapmu karena aku ingin mengecup kelopak matamu
Membuatmu terpejam dalam kehangatan agar bahagia datang memenuhi dadamu
Aku ingin mendekapmu. . . . . .
Karena aku ingin mengecup pipimu dan membiarkannya bersemu merah
Dengan mata berbinar dan wajah tersipu
Aku ingin mendekapmu karena kau sungguh berarti
Membuat hatiku hangat dan ringan penuh syukur tak terkira
Karena itu. . . . . .
Izinkanlah aku mendekapmu
Dengan tangan gemetar karena haru
Dan dada berdebar karena bahagia
Aku ingin mendekapmu. . . . . . . . . . . . . . . .
de-enjel.blogspot.com
Showing posts with label All about me. Show all posts
Showing posts with label All about me. Show all posts
08 July, 2009
12 June, 2009
Lentera kecilku
Aku punya sebuah lentera.
Terang sekali dia menyala...
Dan meskipun cuma sebuah lentera.
Dia mampu menerangi gelapnya hatiku,
mampu menyinari redupnya mimpiku, mampu meberikan kehangatan dalam hidupku.
Aku pun bisa berdiri tegak hadapi sisa usiaku karena terangnya lentera itu.
Tapi lentera itu meredup dan kini telah padam...
Tak ada lagi yang mampu terangi hatiku, tak ada lagi yang mampu menyinari mimpiku,
dan tak ada lagi sebuah kehangatan dalam hidupku.Aku kini jatuh terpuruk tak berdaya.
Aku kembali dalam gelapnya mimpi, hati dan hidupku.
Raihlah tanganku kawan,
bawa aku berdiri disampingmu...
papahlah pundakku hingga aku bisa berdiri sejajar denganmu..
tuntunlah aku melewati semuanya meski dengan langkahku yang tertatih...
Bawalah aku terbang bersamamu dengan sayap indah dipunggungmu...
Bantulah aku mencari lentera baru, meski tak seterang
dan seindah yang dulu...
Terang sekali dia menyala...
Dan meskipun cuma sebuah lentera.
Dia mampu menerangi gelapnya hatiku,
mampu menyinari redupnya mimpiku, mampu meberikan kehangatan dalam hidupku.
Aku pun bisa berdiri tegak hadapi sisa usiaku karena terangnya lentera itu.
Tapi lentera itu meredup dan kini telah padam...
Tak ada lagi yang mampu terangi hatiku, tak ada lagi yang mampu menyinari mimpiku,
dan tak ada lagi sebuah kehangatan dalam hidupku.Aku kini jatuh terpuruk tak berdaya.
Aku kembali dalam gelapnya mimpi, hati dan hidupku.
Raihlah tanganku kawan,
bawa aku berdiri disampingmu...
papahlah pundakku hingga aku bisa berdiri sejajar denganmu..
tuntunlah aku melewati semuanya meski dengan langkahku yang tertatih...
Bawalah aku terbang bersamamu dengan sayap indah dipunggungmu...
Bantulah aku mencari lentera baru, meski tak seterang
dan seindah yang dulu...
Subscribe to:
Posts (Atom)